Article in 3 languages | Artikel dalam 3 bahasa | 3语短文
1 minute read | 1 minit baca | 1分钟阅读
Low-fat diets will not help in healthy weight loss
When it comes to balancing carbohydrate meals, in our modern living conventional low-fat diets indirectly influence cardiovascular risk through the simulation of appetite and central fat deposition simulation. To a degree, hunger and fat oxidation are affected by postprandial (after meal) glycaemia (blood sugar), whereby several controlled trials record faster or more sustained weight loss with low-GI diets.
Unfortunately, certain expert recommendations in order to reduce saturated fat and increase carbohydrate have unfortunately encouraged the greater consumption of high-GI foods which resulted in increased day-long glycaemia. Therefore, the present emphasis on increasing whole grains and restricting sugar, even though helpful from a micronutrient point of view, actually may increase postprandial glycaemia. This advice however is not new, and has the potential to make consumers more alienated in the adoption of new dietary strategies to avoid chronic disease risk.
This is a stark contrast compared to a high-carbohydrate, high-fiber meal which can improve endothelial function within adults with metabolic syndrome. Low-GI carbohydrates make one full faster therefore will make you eat less.
Makanan rendah lemak tidak membantu dalam penurunan berat badan secara sihat
Apabila berbicara berkenaan tentang mengimbangi makanan karbohidrat dalam pemakanan, pemakanan makanan rendah lemak akan secara tidak langsung meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular melalui aruhan selera pemakanan dan aruhan untuk peyimpanan lemak badan. Di mana, sampai kepada satu tahap, kelaparan dan pengoksidaan lemak akan terjejas akibat dipengaruhi secara langsung oleh kandungan gula dalam darah selepas makan. Berdasarkan kepada rekod kajian, berat badan dapat diturunkan dengan lebih lestari melalui pemakanan makanan yang mempunyai kandungan GI yang lebih rendah.
Malangnya, sesetengah cadangan daripada pakar pemakanan demi mengurangkan lemak tepu dalam makanan adalah dengan meningkatkan pengambilan makanan berkabohidrat, di mana ia melibatkan pengambilan makanan yang mempunyai nilai GI yang lebih tinggi, mengalakkan kadar glisemia seharian seseorang.
Oleh itu, pada masa kini makanan daripada kategori bijirin adalah lebih digalakkan dan pada masa pengurangan dalam pengambilan makanan bergula, walaupun berguna dari segi kandungan mikronutrien, sebenarnya berkemungkinan meningkatkan kadar glisemia lepas makan seseorang. Namun demikian nasihat ini bukanlah sesuatu yang baru tetapi berpotensi untuk membuat pengguna lebih terasing dalam mengadaptasi strategi pemakanan baru untuk mengurangkan risiko untuk mendapat penyakit kronik.
Perbezaan yang ketara antara makanan yang berkarbohidrat tinggi berbanding yang berserat tinggi, dimana makanan berserat tinggi berpotensi meningkatkan fungsi endothelial dalam orang dewasa yang sejajar dengan sindrom metabolik badan. Makanan berkarbohidrat rendah GI akan membuat seseorang berasa kenyang dengan lebih cepat, dan seterusnya mengurangkan kuatiti makanan yang perlu dimakan.
Zinc, a nutrient found throughout your body, helps your immune system and metabolism function. Zinc is also important to wound healing and your sense of taste and smell. With a varied diet, your body usually gets enough zinc. The value of zinc is 2.8mg/100g.
Rich in Fiber & High in Resistant Starch
Rich in fiber and resistant starch to support a healthier digestive system from the inside out. It helps nourish beneficial gut bacteria, promotes smoother digestion, improves regularity, and keeps you feeling fuller for longer. A healthier gut also contributes to better overall wellness, immunity, and everyday vitality.
Rich in Antioxcidant
Antioxidants are substances that may protect your cells from free radicals, which may play a role in heart disease, cancer, and other diseases. Free radicals are molecules that are produced when your body breaks down food or when you are exposed to tobacco smoke or radiation.
Low Glycemic Index (GI) : 46
Primera® Red Rice, known as UKMRC9, has a low glycaemic index value (41-48%) which helps to lower and stabilize your after-meal blood glucose level.
Low-GI foods have a GI score of less than 55. They contain carbohydrates that take longer for the body to digest than high-GI foods.
Low-GI foods cause blood sugar levels to rise more slowly than moderate- or high-GI foods.
Quality Assurance
Item
Remarks
Certificate of Analysis (CoA)
Available upon request
Clinical Validation in Type 2 Diabetes Patients
24-week clinical study completed
Low Glycaemic Index (GI 46)
Scientifically Proven
High Antioxidant
Natural anthocyanin
High Resistant Starch
Laboratory Tested
Single Variety Paddy
New Plant Variety (NPV)
Community Testing
BROCHURE DOWNLOAD
Please click the button below to download our latest brochure.